Senin, 25 Februari 2013

How to Manage Expressed Breast Milk

Apa yang terlintas di otak anda saat melihat gambar di bawah ini?

                                    

 Kalau saya sih...
  1. Buseeeeeet.. Gimana caranya itu stok ASIP bisa sebanyak ituuu?
  2. Ga bingung apa ngaturnya? Gimana cara beresinnya ampe rapi gituuu?
Mungkin anda juga punya pikiran yang sama dengan saya. Kebetulan foto itu punya istri dari sepupu saya.. Anaknya lahir 6 bulan sebelum anak saya. Saya masih hamil sekitar 6 bulanan waktu dia upload foto itu. Stok sebanyak itu bisa dikumpulin selama dia cuti aja.. Artinya sekitar 2.5-3 bulan aja. Hebat ya? 

Naaah.. Kali ini saya akan bantu menjawab 2 pertanyaan diatas..

 "Gimana caranya itu stok ASIP bisa sebanyak ituuu?"

Yang paling penting.. Positive thinking.. Berapapun yang anda dapat saat memerah ASI, syukuri saja.. Dikit-dikit lama-lama jadi bukit lhooo..
Mulailah menyiapkan stok sedini mungkin.. Saya pribadi mulai pumping sih sejak awal Remy lahir karena masalah yang sudah pernah saya bahas dulu.. Tapi seingat saya, setelah Remy di-incisi tongue tie-nya dan dia mulai belajar nyusu langsung (dan efek galactogogue yang saya konsumsi), ASI saya banjir! Sampai akhirnya saya putuskan untuk beli milk saver untung menampung tetesan ASI saya yang keluar setiap menyusui. Sejak itulah saya mulai punya stok ASIP untuk Remy. Umur Remy masih sekitar 3 mingguan. Awal menyetok ASIP, saya jarang menggunakan breastpump karena rasanya sudah tidak ada waktu lagi untuk mompa. Jadi hampir 2/3 dari stok ASIP saya adalah hasil tampungan dari milk saver.
Waktu yang dipilih tiap ibu untuk memerah ASI berbeda-beda, tergantung kenyamanan mereka tapi yang pasti setiap ibu sebaiknya rutin memerah ASI setiap 2-3 jam sekali. Ada yang memerah ASI setelah bayi menyusu. Misalnya bayi menyusu jam 12 siang selama 30 menit di payudara kanan. Setelah bayi selesai, payudara kiri dikosongkan dengan cara diperah (baik manual dengan tangan ataupun dengan breastpump). Setelah selesai memerah payudara kiri, jangan lupa untuk memerah yang kanan untuk mengeluarkan sisa ASI yang masih ada di payudara, walaupun anda merasa payudara anda sudah lembek/kosong. Karena percayalah, pasti masih ada isinya. 
"Nah, kalau bayi menyusu di dua payudara? Isinya udah abis dong?" Jadi ga ada yang bisa dipompa?" Banyak ibu yang bertanya seperti itu kepada saya.. Kalau seperti itu yang terjadi, tetap anda perah kedua payudara untuk mengeluarkan sisa ASI. "Kalau ga ada yang keluar, gimana?" Cuek ajaaaa.. Dengan rutin memerah, anda sudah memberi rangsangan ke otak untuk lebih banyak lagi memproduksi ASI.
Bahkan di malam hari pun, kegiatan memerah ASI jangan dilupakan. Di malam hari, produksi oksitosin sedang banyak-banyaknya.. Usahakan memerah di jam 23.00, 02.00 dan 05.00. Kalau ada waktu di jam 07.00 pun saya rasakan masih bisa dapat hasil perahan yang lumayan. 

"Ga bingung apa ngaturnya? Gimana cara beresinnya ampe rapi gituuu?"
Langkah pertama adalah: jangan lupa memberi label pada setiap botol. Waktu awal-awal saya memberi label botol kaca dengan label: tanggal dan jam perahan. Lama-lama makin bingung karena terasa tidak praktis. Akhirnya saya ganti label dengan: nomor, tanggal dan jumlah hasil perahan seperti gambar di bawah ini:


Jam perahan sudah tidak saya cantumkan karena untuk urutan kan tinggal lihat nomor termuda saja. Cara ini saya rasakan lebih praktis. 
Lalu untuk susunan di dalam freezer.. Pada awalnya saya membuat kesalahan dengan menyusun ASIP seperti ini:


Saat itu, ASIP saya baru migrasi dari freezer bersama ke deep freezer.. Jadi saya dengan mudah menyusun dari belakang (ASIP baru diperah, no. 41-48) ke depan (ASIP hasil perahan terlama, no. 1-8). Masalah timbul saat saya mau memasukkan botol no. 49 dan seterusnya. Karena jika saya letakkan di baris paling depan, akan sulit saat saya mau menyusun nomor-nomor berikutnya di baris kedua, tiga, dan seterusnya. Tapi jika saya letakkan dibaris paling belakang, masalah akan timbul saat saya akan mengeluarkan ASIP terlama (Saya masih menggunakan prinsip FIFO sampai saat ini, kemarin sempat ada teman yang mempertanyakan. Saya bahas lain waktu, mungkin setelah postingan ini.)

Setelah tanya sana-sini, ternyata susunan seperti ini yang akan lebih memudahkan..


Bisa lihat bedanya kan? Lebih mudah jika menyusun dengan urutan dari depan ke belakang dibandingkan ke samping. Mungkin tampak sepele tapi ternyata banyak yang bingung juga tuh soal pengaturan ASIP di freezer, termasuk saya.. Untuk media penyimpanan ASIP menggunakan plastik ASIP, saya belum bisa sharing karena saya sendiri tidak menggunakan plastik. Mungkin ada ibu-ibu yang bisa sharing?
Lalu mengenai berapa lama masa simpan, bagaimana cara menghangatkan dan lain-lain, saya kutip dari kellymom.com yaaa..

Storage guidelines

HUMAN MILK STORAGE – QUICK REFERENCE CARD
TemperatureStorage Time
Freshly expressed milk
Warm room80-90°F / 27-32°C3-4 hours
Room temperature61-79°F / 16-26°C4-8 hours
(ideal: 3-4 hours)
Insulated cooler / ice packs59°F / 15°C24 hours
Refrigerated Milk (Store at back, away from door)
Refrigerator (fresh milk)32-39°F / 0-4°C3-8 days
(ideal: 72 hrs)
Refrigerator (thawed milk)32-39°F / 0-4°C24 hours
Frozen Milk (Do not refreeze! Store at back, away from door/sides)
Freezer compartment inside refrigerator (older-style)Varies2 weeks
Self-contained freezer unit of a refrigerator/freezer<39°F / <4°C6 months
Separate deep freeze0°F / -18°C12 months
(ideal: 6 months)
These guidelines are for milk expressed for a full-term healthy baby.  If baby is seriously ill and/or hospitalized, discuss storage guidelines with baby’s doctor.
To avoid waste and for easier thawing & warming, store milk in 1-4 ounce portions. Date milk before storing. Milk from different pumping sessions/days may be combined in one container – use the date of the first milk expressed. Avoid adding warm milk to a container of previously refrigerated or frozen milk – cool the new milk before combining. Breastmilk is not spoiled unless it smells really bad or tastes sour.To thaw milk
  • Thaw slowly in the refrigerator (this takes about 12 hours – try putting it in the fridge the night before you need it). Avoid letting milk sit out at room temperature to thaw.
  • For quicker thawing, hold container under running water – start cool and gradually increase temperature.
Previously frozen milk may be kept in the refrigerator for up to 24 hours after it has finished thawing. Do not refreeze.
To warm milk
  • Heat water in a cup or other small container, then place frozen milk in the water to warm; or
  • Use a bottle warmer.
  • NEVER microwave human milk or heat it directly on the stove.
The cream will rise to the top of the milk during storage. Gently swirl milk (do not shake) to mix before checking temperature and offering to baby.
If baby does not finish milk at one feeding, it is probably safe to refrigerate and offer within 1-2 hours before it is discarded.

Semoga cukup jelas apa yang telah saya paparkan.. Buat menambah semangat, saya tampilkan beberapa foto stok ASIP teman-teman saya.. Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak? :)

Happy pumping, Moms..! Semangat terus yaaaa..




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar